Selasa, 11 Oktober 2011

iklan0
Gambaran Pengetahuan Akseptor KB Alamiah Metode Kalender

iklan1
Gambaran Pengetahuan Akseptor KB Alamiah Metode Kalender:
Dalam program BKKBN, KB Alamiah digunakan untuk menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan atau kesuburan, salah satu alta kontrasepsi yang efektif bisa menunda atau menjarangkan kehamilan adalah dengan menggunakan KB Alamiah Metode Kalender. Berdasarakan  data PPKBD di kelurahan Hadimulyo Timur kecamatan Metro Pusat tahun 2008 diperoleh hasil PUS 1.304 orang, terdiri dari IUD 122 orang, MOW 31 orang, MOP 4 orang, Inplant 118 orang, suntik 504 orang, pil 147 orang, kondom 8 orang dan yang menggunakan KB Alamiah 40 orang, khusus metode Kalender 15 orang. Namun angka kegagalan akseptor KB Alamiah khusus metode Kalender masih tinggi.
Penyebabnya ada berbagai faktor, diantaranya faktor pendidikan, sosial ekonomi, pekerjaan, pemahaman masa subur, keuntungan dan kerugian metode kalender, serta cara pelaksanaan dari metode kalender di kelurahan Hadimulyo Timur kecamatan Metro Pusat.

Jenis penelitian ini penelitian deskriptif, yaitu menggambarkan pengetahuan akseptor KB Alamiah metode kalender di kelurahan Hadimulyo Timur kecamatan Metro Pusat. Sampel penelitian ini adalah 130 PUS. Pengumpulan data menggunakan angket melalui kuisioner dan skala ukur ordinal dengan menggunakan tehnik analisis univariate yang akan disajikan dalam bentuk persesntase dengan tabel. 

Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan akseptor KB Alamiah metode kalender yang meliputi tentang pengertian metode kalender 67,6 % dikategorikan baik, pemahaman masa subur 64,6 % dikategorikan kurang, pengetahuan tentang keuntungan metode kalender 60 % dikategorikan baik, pengetahuan tentang kerugian metode kalender 67,6 % dikategorikan kurang, pengetahuan tentang pelaksanaan metode kalender 76,9 % dikategorikan kurang.

Kesimpulan dari hasil penelitian secara keseluruhan tentang gambaran pengetahuan akseptor KB Alamiah metode Kalender di kelurahan Hadimulyo Timur kecamatan Metro Pusat secara umum termasuk kategori kurang (57,1%) hingga diberikan saran yang dapat digunakan dan bermanfaat bagi lahan penelitian, bagi masyarakat serta bagi peneliti selanjutnya.

Kata kunci : Pengetahuan - PUS - Metode Kalender

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN.
1.1 Latar Belakang
1.2 Identifikasi Masalah 
1.3 Masalah dan Permasalahan 
1.4 Tujuan Penelitian 
1.5 Manfaat Penelitian 
1.6 Ruang Lingkup Penelitian 

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 
2.1 Pengetahuan 
2.2 Pasangan Usia Subur 
2.3 Kontrasepsi 
2.4 KB Alamiah 
2.5 KB Alamiah Metode Kalender 
2.6 Keuntungan KB Alamiah Metode Kalender 
2.7 Kerugian KB Alamiah Metode Kalender 
2.8 Tehnik Metode Kalender 
2.9 Perhatian Khusus untuk Akseptor KB Alamiah Metode Kalender
2.10 Kerangka Teori 

BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL
3.1 Kerangka Konsep
3.2 Definisi Operasional
3.3 Pertanyaan Penelitian
3.4 Variabel dan Definisi Operasional

BAB IV METODE PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian 
4.2 Populasi Dan Sampel 
4.3 Waktu dan Lokasi Penelitian 
4.4 Pengumpulan Data 
4.5 Alat Ukur Dan Pengukuran 
4.6 Pengolahan Data 
4.7 Analisis Data 

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil Penelitian 
5.2 Pembahasan 

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan 
6.2 Saran 

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN – LAMPIRAN

ANDA TERTARIK DENGAN JUDUL KTI DI ATAS ....... 
SILAHKAN ANDA PESAN KESELURUHAN ISI KTI



lihat artikel selengkapnya - Gambaran Pengetahuan Akseptor KB Alamiah Metode Kalender
iklan2

iklan0
Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Ekstraksi Vakum

iklan1
Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Ekstraksi Vakum: Persalinan dengan ekstrasi vakum, menurut data WHO berkisar antara 38% dan pervaginam pada presentase belakang kepala berkisar 62%. Data nasional pada tahun 2008 menyebutkan ekstraksi vakum bersikar 40%. (Depkes RI, 2007). Ekstraksi vakum berdampak pada Angka Kematian Ibu (AKI) karena dari tindakan persalinan ekstraksi vakum biasa menyebabkan pada ibu trauma persalinan yaitu robekan pada servik uteri, robekan pada dinding vagina, perineum infeksi karena beberapa kali masuk cup vakum dan tangan (Prof. Dr. Rustam Muhtar, 2003). Pada periode 01 Januari-Desember 2008 di RB Handayani sebanyak 67 ibu bersalin dengan ekstraksi vakum (19,6%) dari 341 jumlah ibu bersalin yang dilakukan dengan alasan antara lain yaitu partus tak maju (partus lama), kelelahan pada ibu dan gawat janin ringan yang dapat berdampak pada kematian ibu (AKI), berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai "Karakteristik Ibu Bersalin dengan Ekstraksi vakum di RB Handayani Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur Tahun 2009?", berdasarkan data yang diperoleh pada tahun sebelumnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik Ibu Bersalin dengan Ekstraksi vakum di RB Handayani Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur Tahun 2009, sehingga dapat diketahui proporsi dari tiap variabel yang akan diteliti, dengan penelitian deskriptif, menggunakan rancangan cross sectional, dimana semua variabel diambil secara bersamaan, populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan ekstraksi vakum di RB Handayani Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur dari bulan Januari sampai dengan Desember 2009.
Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh hasil bahwa proporsi umur ibu bersalin dengan ekstraksi vakum di RB Handayani tahun 2009 sebagian besar adalah ibu berumur 20-35 tahun (88,34%), dengan pendidikan Sekolah Dasar (35%), ibu primipara  (63,33%), dan riwayat persalinan normal (66,67%), sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik ibu bersalian dengan ekstraksi vakum sebagian besar adalah ibu berumur 20-35 tahun, berpendidikan sekolah dasar, paritas primipara dan dengan riwayat persalinan normal. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka disarankan bagi RB Handayani untuk dapat meningkatkan pelayanan dan penyuluhan mengenai kehamilan dan persalinan untuk mencegah terjadinya komplikasi khusunya  persalinan dengan ekstraksi vakum pada ibu-ibu yang melakukan ANC, serta lebih meningkatkan mutu pelayanan dalam pertolongan persalinan.

Kata Kunci : Ibu Bersalin, Ekstraksi vakum, usia, paritas, pekerjaan, Pendidikan, dan riwayat persalinan.

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Ruang Lingkup

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Ekstraksi Vakum
1. Definisi
2. Etiologi
3. Tehnik Ekstraksi Vakum
4. Indikasi
5. Komplikasi Ekstraksi Vakum
6. Prosedur Ekstraksi Vakum
7. Keunggulan danKerugian Ekstraksi Vakum
8. Karakteristik Ibu dengan Ekstraski Vakum
B. Kerangka Teori
C. Kerangka Konsep
D. Variabel Penelitian
E. Definisi operasional

BAB III METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi dan Sampel
C. Waktu dan tempat penelitian
D. Pengumpulan Data
E. Pengolahan dan Analisis Data
BAB IV    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
B. Pembahasan

BAB V.  KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA 
LAMPIRAN 

ANDA TERTARIK DENGAN JUDUL KTI DI ATAS ....... 
SILAHKAN ANDA PESAN KESELURUHAN ISI KTI

lihat artikel selengkapnya - Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Ekstraksi Vakum
iklan2

iklan0
Gambaran Pengetahuan Dukun Tentang Tugas Dukun dalam Perawatan Persalinan

iklan1
Gambaran Pengetahuan Dukun Tentang Tugas Dukun dalam Perawatan Persalinan:
Di Indonesia persalinan yang ditolong oleh dukun bayi sebesar 40%. Sedangkan di Provinsi Lampung angka persalinan dengan dukun bayi sebesar 20,73% (SDKI 2003-2005). Di kabupaten Lampung Timur angka persalinan dengan dukun bayi sebesar 936 persalinan (4,73%) dari 19.792 persalinan. Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Sakti pada tahun 2008 terdapat 826 persalinan dan 144 (28,31%) diantaranya ditolong oleh dukun, sisanya 618 (71,69%) ditolong oleh tenaga kesehatan, berbeda dengan Puskesmas Labuhan Maringgai pada tahun 2008 terdapat 1.598 persalinan dan 356 (22,28%) diantaranya ditolong oleh dukun, sisanya 1.242 (77,72%) ditolong oleh tenaga kesehatan (Dinas Kesehatan Lampung Timur, 2008), sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang ”Gambaran Pengetahuan Dukun tentang Tugas Dukun dalam Perawatan Persalinan”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Dukun tentang Tugas Dukun dalam Perawatan Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur Tahun 2009.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, dengan subjek penelitian dukun bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Sakti Lampung Timur yaitu berjumlah 40 orang dan objek penelitian pengetahuan dukun tentang tugas dukun dalam perawatan persalinan, dimana sampel yang digunakan adalah sampel jenuh (total sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dengan instrument penelitian berupa kuisioner yang dengan teknik analisis data berupa analisis univariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dukun tentang mengenal tanda-tanda persalinan dengan kategori baik (99,17), mengenal kelainan-kelainan dalam persalinan kategori cukup (44,55%), memanfaatkan dukun kits kategori cukup (43,55%), menolong persalinan secara bersih dan aman kategori cukup (58,85%), merujuk kasus kelainan persalinan kategori cukup (41,25%), dan membuat laporan mengenai persalinan kategori kurang (15%), berdasarkan keseluruhan hasil tersebut maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa secara umum dukun memiliki pengetahuan yang cukup (48,77%). Maka  diharapkan pihak Puskesmas dapat melakukan beberapa program pelatihan bagi dukun dan menjadikan para dukun menjadi dukun-dukun yang terlatih

Kata Kunci: Pengetahuan Dukun, Perawatan persalinan

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Ruang Lingkup Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengetahuan
B. Dukun
1. Pengertian Dukun Bayi
2. Ciri-ciri Dukun Bayi
3. Pembagian Dukun Bayi
4. Tugas Dukun
5. Kelebihan dan Kekurangan Bersalin dengan Dukun
6. Pendidikan Dukun
7. Penerapan Tugas Dukun dalam Persalinan
C. Persalinan
1. Pengertian Persalinan
2. Bentuk Persalinan
3. Perencanaan Persalinan
4. Gambaran Perjalanan Persalinan
D. Kerangka Teori
E. Kerangka Konsep
F. Definisi operasional

BAB III METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
2. Sampel
C. Lokasi dan Waktu Penelitian
D. Pengumpulan Data
E. Pengolahan dan Analisa Data
1. Pengolahan Data
2. Analisa Data

BAB IV  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1.  Gambaran Umum Lokasi Penelitian
2.  Karakterisitik responden
3.  Penyajian Hasil Penelitian
B. Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA 
LAMPIRAN 


ANDA TERTARIK DENGAN JUDUL KTI DI ATAS ....... 
SILAHKAN ANDA PESAN KESELURUHAN ISI KTI

lihat artikel selengkapnya - Gambaran Pengetahuan Dukun Tentang Tugas Dukun dalam Perawatan Persalinan
iklan2

iklan0
Gambaran Pengetahuan dan Motivasi Ibu Hamil Dalam Pelaksanaan Antenatal Care (ANC)

iklan1
Gambaran Pengetahuan dan Motivasi Ibu Hamil Dalam Pelaksanaan Antenatal Care (ANC):
ANC adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk  memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala, yang diikuti dengan untuk koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan. Data di Puskesmas Labuhan Maringgai tahun 2008, bahwa dari 623 ibu hamil hanya 438 ibu (70%) yang melakukan K1  hal ini tidak sesuai dengan target K1 Puskesmas yakni sebesar 90% dan 388 ibu (62%) yang melakukan K4 hal ini juga tidak sesuai dengan target Puskesmas yakni sebesar 80% (Profil Puskesmas Lab. Maringgai, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan motivasi ibu hamil dalam pelaksanaan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Labuhan Maringgai Lampung Timur.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berjumlah 150 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi berjumlah 150 orang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data melalui interview yaitu dengan kuisioner, dengan tehnik analisa data menggunakan analisa univariat untuk menampilkan distribusi frekuensi menurut berbagai variabel yang diteliti serta karakteristik responden. 
Dari hasil uji statistik diperoleh hasil ibu yang mempunyai pengetahuan Baik berjumlah 37 orang (24,7%), berpengetahuan Cukup berjumlah 62 orang (41,33%), berpengetahuan Kurang berjumlah 31 orang (20,7%), berpengetahuan Tidak Baik berjumlah 10 orang (6,7%). Ibu yang bermotivasi Baik berjumlah 32 orang (31,3%), berpengetahuan Cukup berjumlah 44 orang (29,3%), berpengetahuan Kurang berjumlah 60 orang (40,0%), berpengetahuan Tidak Baik berjumlah 14 orang (9,3%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah 62 orang (41,33%) responden yang berpengetahuan cukup lebih banyak dalam melaksanakan Antenatal Care di Puskesmas Labuhan Maringgai Lampung Timur. Kurangnya motivasi responden  60 orang (40,0%) dalam melaksanakan Antenatal Care di Puskesmas Labuhan Maringgai Lampung Timur, saran dari penelitian ini diharapkan kepada petugas kesehatan dapat mengadakan penyuluhan-penyuluhan pada keluarga khususnya ibu yang sedang hamil.

Kata Kunci: Antenatal Care, Ibu Hamil, Pengetahuan, Motivasi

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah       
B. Rumusan Masalah        
C. Tujuan Penelitian        
1. Tujuan Umum        
2. Tujuan Khusus         
D. Manfaat Penelitian        
E. Ruang Lingkup        

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori        
1. Pengetahuan        
2. Motivasi      
3. Ibu Hamil      
4. Kehamilan      
5. Antenatal Care      
6. Kunjungan Antenatal Care      
B. Kerangka Teori      
C. Kerangka Konsep      
D. Definisi Operasional     

BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian      
B. Metode Penetapan Sampel      
1. Populasi Penelitian      
2. Sampel Penelitian      


C. Lokasi dan Waktu Penelitian      
1. Lokasi Penelitian      
2. Waktu Penelitian      
D. Metoda Pengumpulan Data     
E. Pengolahan data dan Analisis Data      
1. Pengolahan Data      
2. Analisis Data      

BAB IV  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Tempat Penelitian      
B. Pelaksanaan Penelitian      
C. Hasil Penelitian      
D. Pembahasan      

BAB V.  KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA 
LAMPIRAN 


ANDA TERTARIK DENGAN JUDUL KTI DI ATAS ....... 
SILAHKAN ANDA PESAN KESELURUHAN ISI KTI

lihat artikel selengkapnya - Gambaran Pengetahuan dan Motivasi Ibu Hamil Dalam Pelaksanaan Antenatal Care (ANC)
iklan2

iklan0
Gambaran Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Siswi SD

iklan1
Gambaran Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Siswi SD:
Sekolah sebagai salah satu sasaran PHBS di tatanan institusi pendidikan perlu mendapatkan perhatian mengingat usia sekolah bagi anak juga merupakan masa rawan terserang berbagai penyakit serta munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10), misalnya diare, kecacingan dan anemia. Banyak hal lain yang menjadi penyebab menurunnya pelaksanaan PHBS di sekolah seperti faktor tehnis, faktor  geografi, sosial ekonomi, serta kurangnya upaya promotif tentang kesehatan khususnya mengenai PHBS dari puskesmas dan instansi kesehatan lain seperti puskesmas (Dinkes Lamtim, 2005). Berdasarkan presurvey awal diperoleh gambaran kurangnya pelaksanaan PHBS baik dari sarana dan prasarana di SDN 01 Girikarto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siwa-siswi SD Negeri 01 Girikarto Kabupaten Lampung Timur tahun 2009.
Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa siswi di SD Negeri 01 Girikarto, yaitu sebanyak 260 orang siswa dan yang menjadi sampel sebanyak 158 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat berupa distribusi frekuensi dari tiap variabel penelitian yang dinyatakan dalam persentase.
Berdasarkan hasil pengolahan data maka diperoleh hasil bahwa Pelaksanaan PHBS di SD Negeri 01 Girikarto berdasarkan indikator mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun tidak dilaksanakan oleh semua siswa (100%), jajan di kantin sekolah yang sehat tidak dilaksanakan oleh semua siswa (100%), membuang sampah pada tempatnya dilaksanakan hanya oleh 35 siswa (22,15%), mengikuti kegiatan olahraga dilaksanakan oleh 118 siswa (76,68%), menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan tiap bulan tidak dilaksanakan oleh semua siswa (100%),  tidak merokok di sekolah dilaksanakan semua siswa (100%), dan buang air besar dan kecil di jamban yang bersih dilaksanakan oleh semua siswa (100%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Pelaksanaan PHBS di SD Negeri 01 Girikarto secara umum masih kurang yaitu 42,44%, sehingga disarankan bagi pihak sekolah agar dapat mendukung pelaksanaan PHBS di sekolah dengan memberikan dukungan upaya promotif baik itu berupa dana dan tenaga demi terlaksananya PHBS di sekolah.

Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Sekolah 

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Ruang Lingkup Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
1. Pengertian
2. Bidang PHBS
3. Pengembangan PHBS
4. PHBS di Sekolah
5. Sasaran 10
6. Manfaat PHBS di Sekolah
7. Indikator PHBS di Sekolah
8. Langkah-langkah Pembinaan PHBS di Sekolah
9. Dukungan dan Peran untuk Membina PHBS di Sekolah
B. Siswa Sekolah Dasar
1. Pengertian Siswa
2. Sekolah Dasar
C. Kerangka Teori
D. Kerangka Konsep
E. Variabel Penelitian
F. Definisi operasional

BAB III METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
2. Sampel
C. Waktu dan tempat penelitian
D. Variabel Penelitian
E. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data
F. Pengumpulan Data
G. Analisis Data

BAB IV HASIL PELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1.  Gambaran Umum Lokasi Penelitian
2.  Deskripsi Data Hasil Penelitian
B. Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA 
LAMPIRAN 


ANDA TERTARIK DENGAN JUDUL KTI DI ATAS ....... 
SILAHKAN ANDA PESAN KESELURUHAN ISI KTI

lihat artikel selengkapnya - Gambaran Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Siswi SD
iklan2

iklan0
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil

iklan1
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil:
Propinsi Lampung tercatat sebagai peringkat pertama di wilayah sumatera untuk jumlah penderita anemia. Tingginya kejadian anemia pada ibu hamil di Provinsi Lampung yaitu sebanyak 69,7%, angka itu lebih tinggi dari angka anemia gizi nasional yang hanya sekitar 63,3%. Di Kabupaten Lampung Timur terdapat 58,5% ibu hamil yang mengalami anemia, sedangkan khasus anemia pada ibu hamil yang tertinggi terjadi di Puskesmas Mataram Baru Penderita anemia pada ibu hamil yaitu sebanyak 30,6%.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram Baru Lampung Timur Tahun 2009.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach), populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram Baru Lampung Timur Tahun 2009 sebanyak 506 orang dan sampel pada penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dan menggunakan rumus Notoatmodjo sehingga jumlah sampelnya 223 orang.
Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan secara statistik antara umur ibu dengan kejadian anemia (nilai p= 0,00), ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian anemia (nilai p= 0,00), ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian anemia (nilai p= 0,00), ada hubungan yang signifikan antara tingkat ekonomi ibu dengan kejadian anemia (nilai p= 0,02), serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas ibu dengan kejadian anemia (nilai p= 0,08). 
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bawah faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia di wilayah kerja puskesmas Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur pada tahun 2009 adalah umur, pengetahuan, pendidikan dan ekonomi. Dari kesimpulan tersebut maka disarankan bagi pihak puskesmas agar dapt meningkatkan dan memaksimalkan pelayanan kesehatan pada ibu hamil melalui penyuluhan kesehatan pemberian tablet Fe dan bila perlu dilakukan pengawasan dalam mengkonsumsi tablet Fe.

Kata Kunci: Anemia, Ibu Hamil

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus  
D. Manfaat Penelitian
E. Ruang Lingkup

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 
A. Tinjauan Teoritis
B. Kerangka Teori
C. Kerangka Konsep
D. Variabel Penelitian  
E. Definisi Operasional  
F. Hipotesis

BAB III METODA PENELITIAN 
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
2. Sampel
C. Lokasi Dan Waktu Penelitian
D. Pengumpulan Data
E. Pengolahan Dan Analisis Data

BAB IV  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1.  Gambaran Umum Lokasi Penelitian
2.  Deskripsi Data hasil Penelitian
B. Pembahasan

BAB V.  KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA 
LAMPIRAN

ANDA TERTARIK DENGAN JUDUL KTI DI ATAS ....... 
SILAHKAN ANDA PESAN KESELURUHAN ISI KTI




lihat artikel selengkapnya - Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil
iklan2

iklan0
Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Balita Tentang Gizi Dengan Status Gizi Balita

iklan1
Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Balita Tentang Gizi Dengan Status Gizi Balita:
Gizi buruk mempunyai dampak terhadap seorang anak, antara lain adalah penurunan skor tes IQ (Intelligent Quotient), gangguan kognitif, gangguan pemusatan perhatian, penurunan rasa percaya diri dan akhirnya prestasi sekolah yang minim. Masalah kurang gizi masih merupakan masalah pokok masyarakat dari dulu hingga sekarang dengan berbagai faktor yang mendukung masalah sangat kompleks. Anak balita merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat sehingga memerlukan perhatian yang lebih untuk kondisi kesehatannya. Di Indonesia usaha peningkatan kesejahteraan rakyat telah merupakan program pemerintah, khususnya mengenai masalah gizi telah ada program usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK). Latar belakang pendidikan seseorang berhubungan dengan tingkat pengetahuan, jika tingkat pengetahuan gizi ibu baik maka diharapkan status gizi balitanya juga baik. Data WHO (world health organization) tahun 2002 menyebutkan, penyebab kematian balita urutan pertama disebabkan gizi buruk dengan angka 54%. Data Depkes (Departemen Kesehatan) menunjukkan angka kejadian gizi buruk pada balita pada tahun 2002 sebanyak 8% dan 27%. Pada tahun 2003 meningkat menjadi 8,3% dan 27,3%. Dan pada tahun 2005 menjadi 8,8% dan 28%. Data Dinas Kesehatan Kota Metro tahun 2007, masih terdapat balita dengan status gizi buruk sebanyak 16 orang, status gizi kurang 431 orang, status gizi baik 2158 orang dan status gizi lebih 41 orang.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu balita tentang gizi dengan status gizi balita di Kelurahan Ganjar Agung Kecamatan Metro Barat. Subjek penelitian adalah ibu-ibu yang mempunyai balita, sedangkan objek penelitian adalah pengetahuan ibu balita tentang gizi dengan status gizi balita. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif. Dalam penelitian ini jumlah populasi sebanyak 431 ibu yang mempunyai balita di Kelurahan Ganjar Agung dan sampel diambil secara acak dengan menggunakan tabel kreeji sebanyak 35% dari 431 ibu balita dengan jumlah 151 responden. Pengambilan data menggunakan instrumen berupa kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan chi square.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa angka kejadian gizi buruk di Kelurahan Ganjar Agung sebanyak 15 balita dari 151 balita, sedangkan pengetahuan ibu balita secara keseluruhan dikategorikan cukup sebanyak 56 orang dari 151 ibu balita dan dari hasil penghitungan di dapatkan bahwa x2 hitung > x2 tabel, yaitu 61,45 > 3,84 dengan dk = 1, maka terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu balita tentang gizi dengan status gizi balita.

Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan angka kejadian gizi buruk dengan persentase 9,9%, pegetahuan ibu balita secara keseluruhan dikategorikan cukup dengan persentase 37,1%, dan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu balita tentang gizi dengan status gizi balita di Kelurahan Ganjar Agung Kecamatan Metro Barat.

Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Status Gizi Balita

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Ruang Lingkup Penelitian  
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengetahuan
B. Ibu Balita
1. Ibu
2. Balita
3. Ibu balita
C. Gizi
1. Pengertian gizi
2. Pengertian status gizi
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi
4. Klasifikasi status gizi
5. Penilaian status gizi
6. Penyebab masalah gizi
D. Hubungan antara pengetahuan ibu balita tentang gizi dengan status gizi balita
E. Kerangka konsep
F. Hipotesis
G. Definisi operasional

BAB III METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
B. Populasi dan Sampel
C. Waktu dan tempat penelitian
D. Variabel Penelitian
E. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data
F. Pengumpulan Data
G. Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Kelurahan Ganjar Agung
B. Hasil Penelitian
1. Penyajian data univariat
2. Penyajian data bivariat
C. Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA 
LAMPIRAN 

ANDA TERTARIK DENGAN JUDUL KTI DI ATAS ....... 
SILAHKAN ANDA PESAN KESELURUHAN ISI KTI





lihat artikel selengkapnya - Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Balita Tentang Gizi Dengan Status Gizi Balita
iklan2

iklan0
Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif

iklan1
Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif:
Pemberian ASI eksklusif berarti memberikan zat– zat gizi yang bernilai tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan memberikan kekebalan terhadap penyakit pada bayi serta mewujudkan emosional ibu dan bayinya. Kasus kurang gizi pada anak berusia di bawah dua tahun dibeberapa wilayah Indonesia disebabkan rendahnya pemberian ASI ekslusif. Beberapa wilayah di Lampung Timur pemberian ASI eksklusif masih rendah dan masih kurang dari target cakupan pemberian ASI eksklusif yaitu 60,8%. Laporan dari Dinas Kesehatan Lampung Timur di Purbolinggo pada tahun 2008 ASI eksklusif hanya 12,68%, angka ini paling rendah dari beberapa wilayah di Lampung Timur. Rendahnya ASI eksklusif disebabkan oleh berbagai hal yaitu meningkatnya promosi susu formula dan kurangnya pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adakah hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu dan pemberian ASI eksklusif. Tujuan umum adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Taman Cari. 
Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 60 ibu dari jumlah populasi 71 ibu yang mempunyai bayi 7–24 bulan. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dengan menggunakan ketepatan yang diinginkan 0,05. Alat pengumpulan data berupa kuesioner, sedangkan analisis statistik univariat berupa tabulasi dan persentase dan statistik bivariat  berupa chi square. 
Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar pengetahuan ibu di Desa Taman Cari masih kurang yaitu (36,67%), Pemberian ASI eksklusif hanya 15%. Hasil analisis bivariat diperoleh x2 hitung = 15,92% > x2 tabel = 7,815 dengan koefisien kontingensi sedang (C = 0,45). Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif, dengan tingkat hubungan sedang. Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih mengerti dan memahami sehingga pemberian ASI eksklusif akan meningkat. 

Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Pemberian ASI Eksklusif 

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus
D. Manfaat Penelitian
E. Ruang Lingkup

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. ASI Eksklusif
1. ASI Eksklusif
2. Kandungan ASI
3. Faktor Pelindung dalam ASI
4. Manfaat Utama ASI Eksklusif bagi Bayi
5. Manfaat ASI eksklusif untuk Ibu
6. Komposisi Kandungan Gizi pada ASI yang sesuai dengan Kebutuhan bayi Hingga 6 Bulan
B. Pengetahuan
1. Pengertian Pengetahuan
2. Tingkat Pengetahuan
C. Perilaku
1. Batasan Perilaku
2. Faktor yang mempengaruhi perilaku
D. Hubungan Pengetahuan dan Perilaku
E. Hubungan Antara Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif
F. Kerangka Teori
G. Kerangka Konsep
H. Hipotesis
I. Definisi Operasional

BAB III METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Subjek Penelitian
1. Populasi
2. Sampel
C. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
2. Waktu Penelitian dan Pengumpulan Data
D. Pengumpulan Data
1. Variabel Pengetahuan
2. Variabel Pemberian ASI Eksklusif
E. Pengolahan dan Analisis Data
1. Pengolahan Data
2. Analisa Data

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Wilayah Penelitian
2. Analisis Univariat
3. Analisis Bivariat
B. Pembahasan
1. Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif
2. Pemberian ASI Eksklusif
3. Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA 
LAMPIRAN 

ANDA TERTARIK DENGAN JUDUL KTI DI ATAS ....... 
SILAHKAN ANDA PESAN KESELURUHAN ISI KTI

lihat artikel selengkapnya - Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif
iklan2

iklan0
Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Anemia Pada Ibu Hamil

iklan1
Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Anemia Pada Ibu Hamil:
Anemia dalam kehamilan dapat berpengaruh buruk terutama saat kehamilan, persalinan dan nifas. Hasil pra survey yang dilakukan peneliti pada minggu kedua bulan Nopember 2010 di BPS Dani, A.Md.Keb Kota Bandar Lampung, didapatkan 10 orang ibu hamil yang memeriksakan kehamilan. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa sebanyak 6 orang (60%) yang mengalami anemia selama kehamilan, sedangkan 4 orang (40%) tidak mengalami anemia..

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya anemia pada ibu hamil di BPS Dani, A.Md.Keb Kota Bandar Lampung tahun 2010. Desain penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah adalah ibu hamil dengan anemia di BPS Dani, A.Md.Keb Kota Bandar Lampung selama periode bulan Maret-April 2010 sebanyak 32 orang dan sampel yang digunakan berjumlah 35 orang.

Hasil penelitian didapatkan ibu hamil di BPS Dani, A.Md.Keb Kota Bandar Lampung tahun 2010 yang mengalami anemia yaitu sebanyak 15 orang (46,9%) dan  yang tidak mengalami anemia yaitu sebanyak 17 orang (53,1%), ada hubungan antara gizi (p-value = 0,008), zat besi (p-value = 0,041) dan penyakit kronis (p-value = 0,004) dengan terjadinya anemia pada ibu hamil di BPS Dani, A.Md.Keb Kota Bandar Lampung tahun 2010.

Kesimpulan ada hubungan antara gizi, zat besi dan penyakit kronis dengan terjadinya anemia pada ibu hamil di BPS Dani, A.Md.Keb Kota Bandar Lampung tahun 2010. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai anemia dan pemberian tablet besi atau tambah darah, gizi seimbang, dan lain-lain.

Kata Kunci : Anemia, Gizi, Zat Besi dan Penyakit Kronis

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Identifikasi Masalah
1.3 Perumusan Masalah
1.3.1 Masalah
1.3.2 Permasalahan
1.4 Tujuan Penelitian
1.4.1 Tujuan Umum
1.4.2 Tujuan Khusus
1.5 Manfaat Penelitian
1.6 Ruang Lingkup Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Anemia
2.2 Kerangka Teori

BAB III KERANGKA KONSEP PENELITIAN
3.1 Kerangka Konsep Penelitian
3.2 Hipotesis
3.3 Variabel Penelitian
3.4 Definisi Operasional

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
4.1 Desain Peneltian
4.2 Populasi dan Sampel     
4.2.1 Populasi
4.2.2 Sampel
4.3 Waktu dan Tempat Penelitian     
4.4 Pengumpulan Data
4.5 Pengolahan Data     
4.6 Analisa Data

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Gambaran Umum Tempat Penelitian
5.1.1 Lokasi
5.1.2 Jenis Pelayanan
5.1.3 Sarana 28
5.1.4 Alat dan Obat-obatan
5.1.5 Sumber Daya Manusia
5.2 Hasil Penelitian     
5.2.1 Analisis Univariat     
5.2.2 Analisis Bivariat
5.3 Pembahasan

BAB VI PENUTUP
6.1 Kesimpulan
6.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ANDA TERTARIK DENGAN JUDUL KTI DI ATAS ....... 
SILAHKAN ANDA PESAN KESELURUHAN ISI KTI




lihat artikel selengkapnya - Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Anemia Pada Ibu Hamil
iklan2

iklan0
Seputar Kehamilan Palsu / Pseudocysis

iklan1
Seputar Kehamilan Palsu / Pseudocysis:
Sering kali saat seorang ibu sedang sangat berharap memperoleh buah hati akan merasa dirinya sedang mengandung. Pusing, mual, dan rasa lelah yang cepat hinggap, membuatnya teryakinkan bahwa sudah ada jabang bayi dalam rahimnya, apalagi haidnya pun sudah tak datang. Tapi, apa yang terjadi jika hal itu ternyata palsu? Kehamilan palsu atau Pseudocysis ( berasal dari bahasa Yunani dimana pseudes = false dan kyesis = pregnancy) adalah suatu kondisi dimana seorang perempuan merasa hamil, namun sebenarnya dia tidak hamil. Dalam keadaan ini, seorang perempuan akan merasakan gejala-gejala umum sama seperti yang dialami ibu hamil. Misalnya saja, tidak haid, perut semakin besar, mual, pusing dan payudara membesar. Tapi jika diperiksa secara medis, misalnya tes urin, akan diketahui bahwa anda tidak hamil. Adanya tiga hal yang tidak ditemukan dalam kehamilan palus: denyut jantung janin tidak terdengar, USG tidak memperlihatkan adanya bayi dan yang terakhir jelas saja nggak bakalan melahirkan bayi. biggrinbiggrinbiggrin Frekuensinya sangat jarang yaitu 1-6 per 22.000 persalinan.

Penyebabnya diduga gangguan psikologis, dimana seorang wanita mempunyai keinginan yang kuat untuk hamil, menterjemahkan perubahan2 kecil pada dirinya sebagai suatu kehamilan. Hebatnya lagi test kehamilan bisa positf (false positif=positif palsu). Air susu juga bisa keluar. Keduanya terjadi lewat jalur hypothalamus-hypofise. Perut membesar akibat penumpukan lemak didinding perut. Gerakan gas dalam perut disangka gerakan bayi. Karena secara fisik kondisinya normal maka tidak dibutukan obat2an kecuali jika ingin memancing haidnya muncul kembali. Pengobatan hanya dilakukan konseling dengan psikoterapist.

Hal ini disebabkan karena pseudocyesis bisa memicu kelenjar di dalam otak untuk menghasilkan hormon kehamilan, oxytocin. Meski penelitian mengenai masalah ini masih sangat sedikit, sejumlah pakar medis berkeyakinan, pseudocyesis akut bisa meningkatkan hormon estrogen dan prolactin yang dapat mempengaruhi perubahan fisik menjadi seolah wanita hamil seperti perut membuncit, dan payudara mengeras karena peningkatan hormon tersebut. 

Wanita yang memiliki risiko untuk mengalami kelainan ini :
1. wanita yang belum dapat anak pada usia akhir 30 atau awal 40 tahun.
2. Wanita dengan kondisi emosi yang tidak stabil, terutama yang berhubungan dengan kehamilan.
3. Wanita dengan riwayat abortus ataupun kematian janin sebelumnya.

Yang menarik mengenai kehamilan palsu ini dapat juga dialami oleh pria (penderita Couvade syndrome / sympathetic pregnancy), biasanya terjadi pada para suami yang sangat dekat dengan istrinya dan mempunyai simpati yang berlebihan sehingga mengalami tanda-tanda yang sama dengan kehamilan: morning sickness, emosi yang tidak menentu, ngidam, gangguan pencernaan, perubahan nafsu makan, berat badan, diare, sembelit, sakit kepala, sakit gigi, ketagihan, mual, pembesaran payudara, pengerasan puting dan insomnia.
lihat artikel selengkapnya - Seputar Kehamilan Palsu / Pseudocysis
iklan2
kti