Kamis, 13 Oktober 2011

iklan0
Hubungan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil dengan Berat Badan Bayi Lahir

iklan1
Hubungan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil dengan Berat Badan Bayi Lahir:

Berat badan lahir merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor melalui suatu proses yang berlangsung selama berada dalam kandungan. Berat bayi yang dilahirkan tergantung pada pertambahan berat ibu sewaktu mengandung, ibu yang kenaikan berat badannya selama hamil kurang akan melahirkan bayi dengan berat badan yang kurang pula. Bayi dengan berat lahir rendah tergolong bayi dengan resiko tinggi karena angka kesakitan dan kematiannya tinggi, begitu pula keadaan berat badan bayi yang lahir besar juga menimbulkan resiko terjadi komplikasi saat melahirkan. Di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2009 proporsi kematian disebabkan oleh BBLR sebanyak 63 kasus (36,6%), di wilayah kerja Puskesmas Punggur dari keseluruhan 725 ibu bersalin tercatat 10 kasus (1,38%) BBLR, makrosomia 5 kasus (0,69%). Berdasarkan fenomena tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan antara kenaikan berat badan ibu hamil dengan berat bayi lahir.
Tujuan secara umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kenaikan berat badan ibu hamil dengan berat bayi lahir di wilayah kerja Puskesmas Punggur Lampung Tengah tahun 2010.
Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan desain cross sectional, dengan populasi penelitian adalah ibu-ibu yang melahirkan berjumlah 471 dan pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sebanyak 82 ibu bersalin dengan tehnik pengambilan simple  random sampling melalui pengundian dari jumlah populasi yang ada. Tehnik pengumpulan data menggunakan metode study dokumentasi dengan instrument penelitian lembar checklist yang kemudian dianalisis bivariat menggunakan uji corelasi product moment.
Hasil yang diperoleh bahwa proporsi kenaikan berat badan yang normal (7-16 kg) sebesar 62,20%, bayi dengan berat badan lahir normal yaitu sebanyak 82,92%. Hasil uji statistik diperoleh rxy = 0,5271, lebih besar dari nilai rtabel pada taraf signifikansi 5% = 0.2172, sehingga dapat dikatakan bahwa hipotesa nol (Ho) ditolak dan hipotesa alternatif (Ha) diterima, artinya terdapat korelasi positif yang signifikan antara berat badan ibu hamil terhadap berat badan bayi lahir di wilayah kerja Puskesmas Punggur Lampung Tengah.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara berat badan ibu hamil dengan berat badan bayi lahir di wilayah kerja Puskesmas Punggur. Dari kesimpulan tersebut maka disarankan bagi pihak Puskesmas dapat meningkatkan upaya promotif dalam program Kesehatan Ibu dan Anak dengan upaya sosialisasi dan penyuluhan kepada para ibu hamil tentang nutrisi bagi ibu hamil.

Kata Kunci : Kenaikan berat badan, ibu hamil, bayi lahir
Daftar Bacaan : 32 (1998-2010)

Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA



lihat artikel selengkapnya - Hubungan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil dengan Berat Badan Bayi Lahir
iklan2

iklan0
Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Tingkat Ekonomi Keluarga dengan Pertumbuhan Fisik Balita

iklan1
Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Tingkat Ekonomi Keluarga dengan Pertumbuhan Fisik Balita:

Pertumbuhan fisik balita berkaitan erat dengan gizi yang dikonsumsinya belum atau kurang dari kebutuhan. Dampaknya gizi buruk, yang terparah pada balita marasmus. Angka kekurangan gizi balita di Indonesia mencapai 25,8% menargetkan pengurangannya menjadi 20% akhir tahun 2009. Di Lampung Tengah tahun 2009 status gizi buruk sebesar 7.34%. Di Desa Untoro Kecamatan Trimurjo tahun 2009 tercatat 18 balita (8,21%) mengalami pertumbuhan fisik kurang atau gizi kurang, satu 1 balita dengan gizi buruk (0,44%). Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan balita antara lain  pendidikan dan ekonomi, maka rumusan masalah penelitian apa ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan tingkat ekonomi keluarga dengan pertumbuhan fisik balita.
Tujuan secara umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan tingkat ekonomi keluarga dengan pertumbuhan fisik balita di desa Untoro Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah tahun 2010.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan desain cross sectional,,  populasi penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki balita yang berjumlah 219 ibu. Pengambilan sampel menggunakan rumus Notoatmojo dengan tingkat kepercayaan 95%, diperoleh sampel 141 orang. Teknik pengampilan sampel menggunakan simple  random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket melalui cheklist dan observasi berat badan. Selanjut data dianalisa dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji corelasi chi square.
Hasil yang diperoleh bahwa sebagian besar proporsi tingkat pendidikan ibu dengan tingkat pendidikan dasar ada 52,48%, proporsi tingkat ekonomi rendah ada 53,90%, proporsi pertumbuhan fisik balita tidak normal ada 31,21%, tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pertumbuhan fisik balita (p value: 0,136), dan ada hubungan antara tingkat ekonomi dengan pertumbuhan fisik balita (p value: 0,001)
Kesimpulan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan pertumbuhan fisik balita dan ada hubungan antara ekonomi dengan pertumbuhan fisik balita. Saran bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan upaya promotif seperti mengadakan lomba balita sehat, lomba cerdas cermat untuk ibu balita, dan upaya preventif dengan deteksi dini serta kuratif bagi balita gizi buruk.


Kata Kunci :Pendidikan, Ekonomi, Pertumbuhan, Balita 
Daftar Bacaan :27 (1998-2010)

Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA





lihat artikel selengkapnya - Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Tingkat Ekonomi Keluarga dengan Pertumbuhan Fisik Balita
iklan2

iklan0
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Partus Lama di RS

iklan1
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Partus Lama di RS:

Menurut statistik partus lama pada tahun 2007 rata-rata di dunia menyebabkan kematian pada ibu sebesar 8% dan di Indonesia sendiri sebesar 9% sedangkan pada bayi baru lahir adalah sebesar 26% untuk dunia dan 30% untuk Indonesia. Dari hasil studi dokumentasi yang dilakukan penulis di RSUD Demang Sepulau Raya, pasien yang mengalami partus lama pada tahun 2008 sebanyak 38 orang (6,73%) dari 565 ibu bersalin, mengalami peningkatan pada tahun 2009 sebanyak 47 orang (7,86%) dari 599 ibu bersalin. Kasus partus lama ini merupakan urutan ke-3 terbanyak pada tahun 2009. Kejadian partus lama dapat disebabkan oleh berbagai faktor yaitu faktor janin dan faktor ibu, faktor janin antara lain kelainan letak, besarnya janin, kelainan kongenital, faktor ibu antara lain usia, paritas, Ketuban Pecah Dini (KPD), grandemulti, dan pimpinan partus yang salah.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor  yang berhubungan dengan partus lama yang meliputi faktor ketuban pecah dini, paritas dan usia ibu di RSUD Demang Sepulau Raya pada tahun 2009.
Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan desain cross secsional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSU Demang Sepulau Raya yang berjumlah 599 dan yang menjadi sampel sebanyak 240 ibu bersalin di RSUD Demang Sepulau Raya tahun 2009 dengan tehnik pengambilan sampel systematic random sampling. Cara ukur yang digunakan dengan dengan dokumentasi dan alat ukur berupa lembar ceklist yang dianalisa secara univariat dengan tabel persentase dan analisa bivariat dengan uji chi square.
Hasil pengolahan data bahwa proporsi ibu bersalin dengan partus lama sebanyak 47 responden (19,58%), dengan kejadian ketuban pecah dini sebanyak 22 reponden (9,17%), dengan paritas yang beresiko sebanyak 109 responden (45,42%), dan dengan usia beresiko sebanyak 57 responden (23,75%). Hasil uji Chi Square hubungan antara KPD dengan partus lama diperoleh p value 0,000 (< : 0,05), diperoleh nilai OR: 7,817, artinya ibu yang mengalami KPD berpeluang 7-8 kali lebih besar mengalami partus lama, hubungan paritas dengan partus lama diperoleh p value 0,000 (< : 0,05) dan nilai OR : 7,255, artinya ibu dengan paritas beresiko berpeluang 7 kali lebih besar mengalami partus lama, dan tidak terdapat hubungan antara usia dengan partus lama diperoleh p value 0,372 (> : 0,05). 
Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara KPD dan paritas dengan kejadian partus lama dan tidak terdapat hubungan antara usia dengan kejadian partus lama di RSUD Demang Sepulau Raya tahun 2009. Bagi RSUD Demang Sepulau Raya dapat meningkatkan pelayanan dalam petolongan persalinan terutama pada ibu dengan faktor resiko terjadinya partus lama.

Kata Kunci : KPD, Paritas, Usia, Partus lama
Daftar Bacaan : 17 (1998-2010)

Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA



lihat artikel selengkapnya - Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Partus Lama di RS
iklan2

iklan0
Hubungan Pengetahuan Remaja dengan Kehamilan Remaja

iklan1
Hubungan Pengetahuan Remaja dengan Kehamilan Remaja:

Data dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional mengakui pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi masih rendah. Hanya 55% remaja yang mengetahui proses kehamilan, (Kabid BKKBN Sumatera Utara). Data lain yaitu : 42% remaja mengetahui HIV dan hanya 24% remaja mengetahui terhadap penyakit menular seksual (PMS). Untuk usia 15-24 tahun pengetahuan laki-laki hanya 46,1% dan perempuan 43,1%. Dampak dari kebutuhan dan kurangnya informasi remaja tersebut, menimbulkan berbagai persoalan di kalangan remaja, mulai dari narkoba, HIV dan AIDS sampai dengan hubungan seks sebelum nikah. Jumlah pernikahan menurut usia di Kecamatan Bandar Mataram yaitu : usia 19-30 tahun adalah 90%, 30 tahun ke atas 10%, sedangkan untuk usia 16-20 tahun adalah 45% dan 21-30 tahun adalah 55%. 

Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja dengan kehamilan remaja di Desa Mataram Jaya Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah tahun 2010. 

Jenis penelitian ini adalah analitik, dengan rancangan cross sectional, berupa hubungan pengetahuan remaja dengan kehamilan remaja di Desa Mataram Jaya Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah tahun 2010. Variabel independen pada penelitian ini yaitu pengetahuan remaja dan variabel dependen adalah kehamilan remaja. Populasi penelitian ini adalah remaja putrid berusia 14-19 tahun dari delapan (8) Dusun di Desa Mataram Jaya Kecamatan Bandar Mataram Lampung Tengah yang bersedia mengisi kuesioner. Besar sample yang digunakan adalah sebanyak 137 remaja. 

Hasil penelitian ini adalah distribusi frekuensi pengetahuan remaja sebesar 62,0% dengan pengetahuan kurang, distribusi frekuensi kehamilan remaja sebesar 43,1% hamil usia kurang dari 19 tahun dan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan remaja dengan kehamilan remaja di Desa Mataram Jaya (X2 hitung > X2 tabel). Insiden kehamilan remaja dapat diturunkan dengan memberikan penyuluhan tentang reproduksi sehat.  

Kata Kunci : Pengetahuan, Kehamilan Remaja 
Daftar Bacaan : 18 (1994 – 2009)

Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


lihat artikel selengkapnya - Hubungan Pengetahuan Remaja dengan Kehamilan Remaja
iklan2

iklan0
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Menyusui Bayi Usia 6-12 Bulan

iklan1
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Menyusui Bayi Usia 6-12 Bulan:
Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi terbaik bagi bayi dengan kandungan gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal menurut Williams (2006), menyebutkan ASI mengandung sedikitnya 100 macam zat yang tidak terdapat dalam susu formula. Pemberian ASI eksklusif dari berbagai segi akan sangat menguntungkan. Selain bagi bayi juga bagi ibu. Lebih dari itu dari sudut pandang psikologis, ASI adalah sarana pendekatan hubungan ibu dan bayi yang paling efektif. Dampak yang muncul dari tidak diberikannya ASI eksklusif pada bayi atau ASI parsial adalah menurunnya imunitas bayi. Puskesmas Pujokerto Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah pemberian ASI eksklusif sebesar 17,61% dengan target sebesar 80%. Berdasarkan hasil pra survey yang dilakukan peneliti terhadap 10 orang ibu menyusui bayi 6-12 bulan diketahui bahwa proporsi ASI eksklusif hanya sebesar 30%.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif di Wilayah Puskesmas Pujokerto Trimurjo Lampung Tengah tahun 2010. 
Subjek penelitian ini adalah ibu yang memberikan ASI bayi usia 6-12 bulan dan objek penelitiannya adalah umur ibu, pendidikan, pengetahuan dan sikap. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, dengan populasi yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi 6-12 bulan yang berada di wilayah Puskesmas Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah yaitu sebanyak 165 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 63 ibu, cara pengambilan sampel menggunakan sistem simple random sampling. Sedangkan analisis statistik univariat berupa distribusi frekuensi dan persentase dan statistik bivariat dengan chi square.
Hasil penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian asi eksklusif pada ibu menyusui bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Pujokerto Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah yaitu proporsi ibu memberikan ASI eksklusif sebanyak 34,9%, proporsi pemberian ASI ekslusif berdasarkan umur reproduksi sehat (79,4%), pendidikan rendah (77,6%), pengetahuan kurang (57,1%), sikap mendukung (55,6%). Dari analisis bivariat didapatkan harga chi square dari variabel umur : 0,1 < 3,841, pendidikan : 10,57 > 3,841, pengetahuan : 8,84 > 3,841, sikap : 0,39 < 3,841. 
Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan antara pendidikan dan pengetahuan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Tidak ada hubungan antara umur dan sikap dengan perilaku pemberian ASI ekslusif. Sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perilaku pemberian ASI eksklusif maka disarankan untuk lebih meningkatkan kepedulian, penyuluhan dan peran serta masyarakat tentang ASI eksklusif, disamping itu untuk mempercepat peningkatan pemberian ASI eksklusif secara efektif maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar tercapai generasi yang sehat, cerdas dan kuat dikemudian hari. 

Kata Kunci : ASI Eksklusif, umur, pendidikan, pengetahuan, sikap 
Daftar Bacaan : 16 (1997-2010)


Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA


lihat artikel selengkapnya - Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Menyusui Bayi Usia 6-12 Bulan
iklan2

iklan0
Hubungan Usia dan Paritas Ibu Terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah

iklan1
Hubungan Usia dan Paritas Ibu Terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah:

Prevalensi bayi berat lahir rendah (BBLR) diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 3,3%-38% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang atau sosio-ekonomi rendah. Secara statistik menunjukkan 90% kejadian BBLR didapatkan di negara berkembang dan angka kematiannya 35 kali lebih tinggi dibanding pada bayi dengan berat lahir lebih dari 2500 gram.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian BBLR pada ibu bersalin yang akan dilaksanakan di RSD Demang Sepulau Raya.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional guna mengetahui hubungan antara usia dan paritas ibu bersalin dengan kejadian BBLR dengan populasi penelitian seluruh ibu bersalin di RSD Demang Sepulau Raya tahun 2009 berjumlah 595 orang ibu, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 240 ibu bersalin dengan tehnik pengambilan sampel systematic random sampling. Variabel yang diteliti adalah usia dan paritas sebagai variabel bebas dan BBLR sebagai variabel terikat dengan instrumen pengumpulan data angket berupa lembar checklist yang kemudian dianalisa dengan menggunakan rumus uji statistik Chi-Square yang diolah secara komputerisasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji statistik untuk usia diperoleh p = 0,001 lebih rendah dari nilai alpha ( , sehingga ada hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian BBLR dan hasil uji statistik untuk paritas diperoleh p = 0,247 lebih tinggi dari nilai alpha ( , sehingga tidak terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian BBLR.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu bersalin dengankejadian BBLR dan tidak terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR di RSD Demang Sepulau Raya tahun 2009. Dari kesimpulan tersebut maka dapat disarankan kepada pihak Rmah Sakit untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal pada ibu bersalin terutama ibu yang memiliki faktor resiko BBLR.

Kata kunci : Usia, Paritas, BBLR

Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA




lihat artikel selengkapnya - Hubungan Usia dan Paritas Ibu Terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah
iklan2

iklan0
Hubungan Berat Badan Lahir dengan Rupture Perineum pada Persalinan Normal

iklan1
Hubungan Berat Badan Lahir dengan Rupture Perineum pada Persalinan Normal:

Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2007 Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia yaitu 228 per 100.000. Penyebab utama dari kematian ibu di Indonesia tersebut adalah perdarahan (28%), eklampsi (24%), infeksi (11%), komplikasi puerpurium (8%), dan lain-lain (29%). Perdarahan merupakan penyebab kematian utama dimana salah satunya dapat disebabkan oleh rupture perineum  (Depkes RI, 2007). Ruptur Perineum dapat terjadi karena adanya rupture spontan maupun episiotomi. perineum yang dilakukan dengan episiotomi itu sendiri harus dilakukan atas indikasi antara lain: bayi besar, perineum kaku, persalinan yang kelainan letak, persalinan dengan menggunakan alat baik forceps maupun vacum. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimanakah hubungan antara berat badan lahir dengan ruptur perineum pada persalinan normal.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi pada penelitian ini adalah ibu bersalin yang ada di BPS, dengan jumlah sampel adalah seluruh ibu bersalin menggunakan metode total sampling sampling.
Hasil dari peneltian ini adalah terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan ruptur perineum di BPS Sri Wahyuningsih tahun 2010, dengan p value 0,001 lebih kecil  dari nilai α  (0,005) (X2 hitung > X2 tabel (18,51 > 3,481) dengan taraf signifikan 5% dan dk=1. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan bayi lahir dengan terjadinya ruptur perineum spontan di BPS Sri Wahyuningsih tahun 2010, sehingga disarankan bagi penolong persalinan untuk peningkatan keterampilan lebih dalam melakukan pertolongan persalinan khusunya pda ibu bersalin dengan bayi yang cukup besar.

Kata Kunci : Berat badan Bayi Lahir, Rupture Perineum


Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA




lihat artikel selengkapnya - Hubungan Berat Badan Lahir dengan Rupture Perineum pada Persalinan Normal
iklan2

iklan0
Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Perubahan Fisiologisselama Masa Kehamilan

iklan1
Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Perubahan Fisiologisselama Masa Kehamilan:

Kehamilan merupakan suatu proses yang dialami oleh seluruh wanita yang ada di dunia. Dalam melewati proses kehamilan seorang wanita harus mendapatkan penatalaksanaan yang benar, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas ibu. Pada wanita hamil atau ibu yang sedang hamil penjelasan mengenai perubahan alat kandungan sangatlah penting dan perlu, oleh karena masih banyak ibu atau wanita yang sedang hamil belum mengetahui tentang perubahan-perubahan yang ada pada diri mereka, sehingga perlu diberi penjelasan mengenai perubahan-perubahan fisiologi kehamilan tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mengetahui pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan fisiologi pada masa kehamilan di BPS CH. Sudilah tahun 2007 yang dilakukan terhadap 30 ibu hamil primigravida. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah secara accidental. Tehnik pengumpulan data dengan cara wawancara dengan instrumen penelitian berupa kuisioner. 
Hasil penelitian menunjukan pengetahuan ibu hamil primigravida di BPS CH. Sudilah tentang perubahan fisiologis pada masa kehamilan dalam kategori cukup terdapat 3 orang (10%), kurang 23 orang (77%), Sangat kurang 4 orang (13%).

nda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

lihat artikel selengkapnya - Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Perubahan Fisiologisselama Masa Kehamilan
iklan2

iklan0
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan Ibu Yang Mempunyai Balita Mengenai Posyandu

iklan1
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan Ibu Yang Mempunyai Balita Mengenai Posyandu:

Menurut hasil SDKI 2002-2003 angka kematian balita 64 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini belum mencapai target 58 per 1.000 kelahiran hidup (Dinas Kesehatan Propinsi Lampung, 2005).Namun pada kenyataanya, menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2004, dari jumlah Posyandu yang mencapai 242.124 unit, hanya 40% yang menjalankan fungsinya dengan baik. Di Propinsi Lampung terdapat 4.3030 atau 60 persen dari 7.173 unit Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), saat ini tidak berfungsi sama sekali (Bandar Lampung, 23 Mei).  Di Kabupaten Tanggamus, jumlah Posyandu yang terdaftar di Dinas Kesehatan 894 buah. Di kelurahan Tanjung Agung kecamatan Pugung, yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Tanggamus, terdapat 6 posyandu, dan terdapat 1 dari 6 posyandu yaitu Posyandu Koncang yang cakupan penimbangan balitanya masih rendah yaitu 31% atau hanya 47 orang dari 149 balita, sedangkan target penimbangan balitanya adalah 80%.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan ibu yang mempunyai balita Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus tahun 2007. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Tehnik sampling yang digunakan adalah secara acak sederhana. Sampel diambil 25% dari 149 orang yaitu 37 orang. Subjek penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki balita di Posyandu Koncang dan objek penelitian adalah pengetahuan dan pendidikan ibu yang mempunyai balita. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode angket dan alat ukur kuisioner yang langsung pada responden.
Secara umum didapatkan hasil bahwa tingkat pendidikan ibu-ibu yang mempunyai balita di posyandu Koncang dikategorikan masih rendah yaitu tingkat SD sebanyak 27 orang (73%), dan tingkat pengetahuan ibu-ibu yang mempunyai balita di posyandu dikategorikan kurang baik yaitu sebanyak 28 orang (75,73%). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa gambaran tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan ibu yang mempunyai balita (1-5 tahun) mengenai posyandu di Posyandu Koncang masih kurang, sehingga diperlukan motivasi dan pembinaan pada ibu-ibu yang mempunyai balita.

Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan ibu yang Mempunyai balita Mengenai Posyandu


nda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA




lihat artikel selengkapnya - Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan Ibu Yang Mempunyai Balita Mengenai Posyandu
iklan2

iklan0
Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Perubahan Fisiologisselama Masa Kehamilan

iklan1
Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Perubahan Fisiologisselama Masa Kehamilan:

Kehamilan merupakan suatu proses yang dialami oleh seluruh wanita yang ada di dunia. Dalam melewati proses kehamilan seorang wanita harus mendapatkan penatalaksanaan yang benar, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas ibu. Pada wanita hamil atau ibu yang sedang hamil penjelasan mengenai perubahan alat kandungan sangatlah penting dan perlu, oleh karena masih banyak ibu atau wanita yang sedang hamil belum mengetahui tentang perubahan-perubahan yang ada pada diri mereka, sehingga perlu diberi penjelasan mengenai perubahan-perubahan fisiologi kehamilan tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mengetahui pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan fisiologi pada masa kehamilan di BPS CH. Sudilah tahun 2007 yang dilakukan terhadap 30 ibu hamil primigravida. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah secara accidental. Tehnik pengumpulan data dengan cara wawancara dengan instrumen penelitian berupa kuisioner. 
Hasil penelitian menunjukan pengetahuan ibu hamil primigravida di BPS CH. Sudilah tentang perubahan fisiologis pada masa kehamilan dalam kategori cukup terdapat 3 orang (10%), kurang 23 orang (77%), Sangat kurang 4 orang (13%).

nda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

lihat artikel selengkapnya - Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Perubahan Fisiologisselama Masa Kehamilan
iklan2
kti